INFO
Online 2634 Member

Jose Mourinho Heran Inter Belum Juara Liga Champions Lagi: Mereka Bisa Bermain dengan Mata Tertutup

Jose Mourinho Heran Inter Belum Juara Liga Champions Lagi | Areabola

Areabola – Jose Mourinho memberikan pujian tinggi kepada Inter Milan menjelang pertemuan Nerazzurri dengan Real Madrid di Liga Champions 2026/2027. Pelatih asal Portugal tersebut bahkan mengaku heran melihat mantan klubnya belum berhasil kembali mengangkat trofi Liga Champions.

Mourinho menilai Inter merupakan salah satu tim paling matang dan konsisten di Eropa. Menurutnya, fondasi permainan Nerazzurri begitu kuat sehingga para pemain seolah sudah memahami satu sama lain tanpa perlu banyak instruksi.

Komentar tersebut muncul menjelang pertandingan Real Madrid vs Inter Milan di Santiago Bernabeu, Rabu 9 September 2026 pukul 02.00 WIB.

Mourinho Kagum dengan Kekuatan Inter Milan

Menurut laporan Areabola, Mourinho melihat perkembangan Inter dalam beberapa musim terakhir sebagai sesuatu yang mengesankan.

Pergantian pelatih dari Antonio Conte, Simone Inzaghi hingga Cristian Chivu tidak membuat karakter permainan Inter hilang begitu saja. Sebaliknya, Nerazzurri mampu mempertahankan fondasi permainan yang kuat.

Mourinho menggambarkan Inter sebagai tim yang sudah sangat memahami pola permainannya.

“Inter telah menjadi tim yang hebat selama enam tahun. Mulai dari Conte hingga Inzaghi dan Chivu, pola permainannya tetap sama.”

Ia bahkan mengatakan Inter seperti tim yang mampu “bermain dengan mata tertutup”, sebuah gambaran tentang seberapa baik koordinasi dan pemahaman antarpemain mereka.

Mourinho Heran Inter Belum Juara Liga Champions

Hal yang membuat Mourinho paling terkejut justru berkaitan dengan prestasi Inter di Eropa.

Dengan kualitas skuad, kematangan permainan dan konsistensi yang mereka miliki, Mourinho merasa Inter seharusnya sudah mampu memenangkan Liga Champions lagi.

Inter terakhir kali menjadi juara Liga Champions pada 2010. Menariknya, Mourinho adalah sosok yang membawa Nerazzurri meraih trofi tersebut sekaligus mencatatkan treble bersejarah.

Setelah itu, Inter sempat mendekati trofi Si Kuping Besar. Nerazzurri mencapai final pada 2023 tetapi kalah 0-1 dari Manchester City. Mereka kembali mencapai partai puncak pada 2025 sebelum kalah 0-5 dari Paris Saint-Germain.

Kenangan Manis Mourinho Bersama Inter

Hubungan Mourinho dengan Inter Milan memang sangat spesial.

Musim 2009/2010 menjadi salah satu periode terbaik dalam karier kepelatihannya. Mourinho membawa Inter memenangkan Serie A, Coppa Italia, dan Liga Champions dalam satu musim.

Keberhasilan tersebut membuat namanya memiliki tempat tersendiri dalam sejarah Nerazzurri.

Namun, nostalgia harus dikesampingkan ketika Mourinho kembali berhadapan dengan Inter. Kini ia menangani Real Madrid dan tentu menginginkan kemenangan untuk Los Blancos.

Mourinho Juga Bicara soal Cristian Chivu

Pertandingan Real Madrid melawan Inter juga mempertemukan Mourinho dengan Cristian Chivu.

Chivu pernah menjadi pemain Mourinho ketika keduanya berada di Inter. Mereka bersama-sama menikmati periode bersejarah ketika Nerazzurri menjadi penguasa Italia sekaligus Eropa.

Mourinho menegaskan bahwa hubungannya dengan Chivu tetap baik. Kedua sosok tersebut pernah melewati banyak pengalaman bersama ketika membela Inter.

Kini situasinya berbeda. Chivu berada di kubu Inter, sementara Mourinho harus mempersiapkan Real Madrid untuk menghadapi mantan anak asuhnya.

Real Madrid Incar Kebangkitan

Pertandingan menghadapi Inter juga menjadi kesempatan penting bagi Real Madrid untuk bangkit.

Los Blancos datang setelah mendapatkan hasil mengecewakan di kompetisi domestik dengan menelan kekalahan dari Real Betis.

Mourinho pun tidak ingin timnya hanya bermain bagus tanpa mendapatkan tiga poin.

Targetnya jelas: Real Madrid harus menang.

Pertandingan menghadapi Inter akan menjadi ujian besar karena Mourinho mengetahui betul kualitas lawannya. Kematangan, kualitas teknik, kekuatan fisik, serta organisasi permainan menjadi beberapa aspek yang membuat Nerazzurri berbahaya.

Inter Masih Menjadi Ancaman Serius di Eropa

Menurut Areabola, komentar Mourinho menunjukkan bahwa Inter tetap mendapatkan respek besar di level tertinggi sepak bola Eropa.

Dua penampilan di final Liga Champions dalam beberapa tahun terakhir menjadi bukti Nerazzurri mempunyai kemampuan bersaing dengan klub-klub elite.

Masalahnya tinggal satu: mengubah konsistensi tersebut menjadi gelar juara.

Musim 2026/2027 memberikan kesempatan baru bagi Inter untuk kembali mengejar trofi yang terakhir mereka dapatkan lebih dari satu dekade lalu.

Pertemuan melawan Real Madrid pun bisa menjadi salah satu ujian awal untuk mengukur seberapa besar peluang Nerazzurri musim ini.

Areabola: Duel Real Madrid vs Inter Layak Dinantikan

Pertemuan Real Madrid dan Inter Milan bukan sekadar pertandingan pembuka Liga Champions biasa.

Ada cerita Mourinho menghadapi mantan klubnya, reuni dengan Cristian Chivu, serta ambisi dua raksasa Eropa untuk memulai perjalanan Liga Champions dengan kemenangan.

Pujian Mourinho terhadap Inter semakin menambah daya tarik pertandingan tersebut.

Menurut Areabola, jika Inter benar-benar mampu mempertahankan kematangan permainan yang dipuji Mourinho, Nerazzurri berpotensi kembali menjadi salah satu kandidat yang patut diperhitungkan dalam perebutan Liga Champions 2026/2027.

Pertanyaannya sekarang, mampukah Inter akhirnya mengakhiri penantian panjang mereka dan kembali mengangkat Si Kuping Besar?